Home

Sejarah

Anggota

Angkatan

Kepengurusan

Lambang

DP dari Masa ke Masa

Kegiatan

Lain-lain


Reinkarnasi Argopuro

Oleh: Agung Nugraha - PLW 24382106 CR

Together We Stand..Divided We Fall
Come On Now Brothers
And Work Together Come On Come On
Let’s Work Together Now Now Brothers
Because Together We Will Stand
Every Boy And a Girl and a Man

Lagu tersebut menemaniku yang tengah duduk di depan PC, mencoba untuk menuangkan “isi hati”, yang semenjak senja tadi diketuk oleh sms dari salah seorang saudaraku. Isi SMS-nya seperti ini :
“GUNG. TAU TIM PENGEMBARAAN ARGOPURO BERMASALAH!!”
[Dari: 08136432xxxx, Dikirim : 19 Mei 2007]


Sebuah sms “emosional” datang dari salah seorang palawa-ers yang dulu pernah menjadi partner in crime di sebuah masa perjuangan memajukan Palawa bersama. Dengan segala keterbatasan yang ada, setelah sedikit berdiskusi via telepon dengan veteran “prajurit kuning” tersebut, akupun menutup telepon sambil berkata dalam hati, “You are not alone, buddy!!” Dan kini, menjelang tengah malam, dengan ditemani jeritan pilu karya-karya master piece dari para hero of the blues, aku mencoba untuk menuangkan “isi hati”, yang benar-benar semenjak senja tadi diketuk oleh sms dari salah seorang saudaraku.

“VIVAT PALAWA!!”
Palawa Unpad?! pikiranku mundur menuju 11 tahun yang lalu. Saat di mana aku hadir di sebuah acara “pengenalan unit kegiatan mahasiswa” dan aku memilih PALAWA UNPAD!! Ada kenyamanan di sana, kenyamanan yang hadir dari sebuah proteksi. Dengan perasaan merdeka, aku dan para maba-pun merokok. Kenyamanan lain adalah rasa kebersamaan, sebuah rasa yang membuat seolah-olah aku sudah menjadi anggota Palawa Unpad.

Aku dikenalkan apa itu Palawa. Diperkenankan untuk memanfaatkan fasilitas operasional yang ada saat itu. Lagi-lagi ada sebuah proteksi di sana, sebuah nilai safety procedure yang sampai sekarang masih aku anut. Dan paragraf ini, waktu di mana aku mengetuk pintu Palawa, melahirkan sebuah pilihan hidup.

“TERIMA KASIH PALAWA!!”
Episode selanjutnya adalah masa pendidikan dan latihan. Sebuah gerbang yang harus aku lalui untuk menjadi Palawa-ers. Walau ada beberapa kritikan, selebihnya adalah anugerah terindah dari sebuah perjalanan. Lagi-lagi aku mendapatkan bentuk proteksi dari seorang “kakak” kepada “adiknya”. Sepanjang 17 hari medan operasi, bentuk support dari mereka terus mengiang-ngiang di telinga. “TETAP SEMANGAT TUAN, SEGALA SESUATU ITU ADA AKHIRNYA !!” Dan hari itu, hari di mana aku berhak menggunakan syal kuning di leher, adalah bagian dari sejarah perjalanan hidup yang tidak mungkin terlupakan.

“PERJALANAN MASIH PANJANG TUAN?? ARTINYA, JALAN TERUS!!”
Babak berikutnya adalah Masa Bimbingan, waktu di mana aku merasa “sendiri.” Kerasnya dunia pendidikan, ditambah dengan waktu singkat untuk saling mengenal sesama calon anggota, membuat hal yang mustahil untuk menyatukan pribadi-pribadi sebagai sebuah kekuatan CARAKA RIMBA!! Belum sembuh “luka-luka pendidikan,” lagi-lagi badai datang silih berganti di sepanjang musim Mabim. Dan aku merasa “sendirian.” Tidak ada yang disalahkan, hanya saja siapa ang akan berjalan bersama di sampingku? Hasil buruk dengan menghadirkan 2 orang yang berhak lulus mabim, aku dan Oeyun.

Setelah 1 tahun menunggu, hidup sebagai “anak bawang,” aku mendapat tim pengembaraanku sendiri. Gunung Ciremai menjadi tempat untuk menguji kemampuan manajemen perjalanan. Dan syukur alhamdulilah, Kami berhasil melewatinya, masuk menuju fase masa bakti anggota Palawa Unpad. Kami? Tentu saja kami; Anggota Tim Pengembaraan yang “hebat,” pembimbing yang bertanggung jawab, Dewan Pengurus yang bijaksana, serta “keluarga” yang peduli.

Masa baktiku, seperti halnya mayoritas Palawa-ers yang lain, merumuskan strategi untuk kemajuan organisasi, jalan berdampingan sambil bergandeng tangan, kritik dan otokritik, “kenakalan anak muda”, semuanya adalah gambaran pada masa tersebut. “Emosi sesaat” adalah “warna” yang “pada akhirnya menyatukan.”

Kesempatan untuk menjadi orang nomor 1 di Palawa aku ambil. Karena memang tidak ada yang tidak bisa, “All things are possible for those who believe!” Lagian aku tidak sendirian, di sekelilingku ada para saudara yang berikrar bahwa kita adalah satu, satu almamater “Palawa Unpad”.

Konflik yang terjadi di tengah perjalanan adalah bentuk kepedulian dari seorang Palawa kepada organisasinya, bentuk perhatian dari seoarang kakak kepada adiknya. Dan terima kasih Palawa, aku menutup babak ini dengan happy ending. Banyak nilai-nilai yang aku dapatkan. Nilai kekeluargaan, nilai kebersamaan, dan masih banyak lagi nilai-nilai yang tidak begitu saja aku dapatkan. Semuanya melalui proses panjang, “kalau tidak mampu berjalan, cobalah untuk merangkak… kalau tidak mampu merangkak, cobalah untuk merayap… dan kalau sudah tidak mampu lagi untuk merayap, satu yang tidak boleh hilang…SEMANGAT!”

“ARGOPURO”-Ku Sayang
Dunia ini bukan hanya “HITAM” dan “PUTIH,” tapi penuh WARNA dan PERISTIWA….
Maka bersenyawalah didalamnya untuk larut menjadi sesuatu…
Sesuatu yang merupakan eksistensi diri menjadi yang “ter” untuk prestasi !!
TETAP SEMANGAT!

Berita “keberhasilan” tim pengembaraan Argopuro aku dapati ketika aku menghadiri reuni Tim Ekspedisi Poligon-Kopassus di Cibubur beberapa waktu yang lalu. Hanya, karena aku masih “asyik” dengan “untuk apa aku datang ke sini,” membuatnya menjadi obrolan singkat. Dan kini, menjelang tengah malam, dengan ditemani jeritan pilu karya-karya masterpiece dari para hero of the blues, aku mencoba untuk menuangkan “isi hati”, yang benar-benar semenjak senja tadi diketuk oleh SMS dari salah seorang saudaraku. Maafkan aku, yang berkata bahwa Tim Argopuro telah “Berhasil.” Mereka seperti para prajurit Spartan yang aku tonton di film 300.

Aku pernah berdiri di sebuah persimpangan. Persimpangan yang banyak pilihan dengan segala konsekuensinya. Pada tahap awal, aku memilih Palawa Unpad sebagai bagian hidup, memilih Gunung Ciremai sebagai tempat untuk menguji kemampuan manajemen perjalanan. Dan syukur alhamdulilah, Kmi berhasil melewatinya! Kami? tentu saja Kami; Anggota Tim Pengembaraan yang “hebat”, pembimbing yang bertanggung jawab, Dewan Pengurus yang bijaksana, serta “keluarga” yang peduli.

Dan kini, aku memiliki adik-adik yang dulu hampir sama seperti aku. Berada di persimpangan jalan dengan memilih Palawa Unpad sebagai bagian hidup, dan Gunung Argopuro sebagai tempat untuk menguji manajemen perjalanannya. Tapi, apakah situasinya sama? Karena memang untuk skala yang lebih luas, permasalahan pengembaraan bukan cuma dinilai dari “Hitam” dan “Putih”, bukan cuma dilihat dari sekelompok kecil tim pengembaraan. Kenyataan pahit menjadikan mereka tidak mampu lagi merayap di medan operasi Gunung Argopuro. Dan kalaupun ada dari para saudaraku yang ikut “menjaga” obor semangat mereka agar tidak padam, aku akan berkata “TERIMA KASIH PALAWA.”

Cerita-cerita Palawa Unpad melahirkan legenda-legenda yang keberanian dan kepintarannya patut diacungi jempol. Konon, ketika ada “friksi” dengan sebuah organisasi, dan sulit untuk melawannya dengan kekuatan fisik, para legenda kita memilih jalan diplomasi yang akhirnya dimenangkan oleh Palawa Unpad. Adik-adik kita di tim pengembaraan memiliki karakter yang harus kita syukuri. Memilih Gunung Argopuro sebagai medan pengembaraan adalah sebuah keberanian.

“Meminta pertolongan” adalah sebuah “kepintaran.” Maafkan mereka yang “tidak mampu berdiplomasi dengan kenyataan.” Dan kalaupun ada dari para saudaraku yang ikut “menjaga” obor semangat mereka dengan jalan “berdiplomasi dengan para saksi mata,” aku akan berkata “TERIMA KASIH PALAWA.” Karena itulah nilai-nilai kekeluargaan yang aku dapati di Palawa Unpad.

Maafkan aku, yang berkata bahwa Tim Argopuro telah “Berhasil.” Biarkan mereka berdiri dengan gagah di podium kehormatan. Aplause itu milik mereka. Segala “kegagalan kecil” jadikanlah milik Kita sebagai bahan intropeksi diri. Maafkan aku, yang hanya bisa berpartisipasi lewat tulisan, karena memang SEGALA SESUATU ITU ADA AKHIRNYA, memberi tempat untuk bagian hidup lainnya. Yang memang tidak mati, hanya memberi ruang bagi yang lain untuk meneruskan cita-cita bersama. VIVAT PALAWA !!

“Yeah, make someone happy
Make someone smile
Let’s all get together
Now, and make life worthwhile
And work together
Come on, Come on
Let’s work together
Come on, Brothers
Because together we can stand
Any boy, girl, woman, and a man”
***