Home

Sejarah

Anggota

Angkatan

Kepengurusan

Lambang

DP dari Masa ke Masa

Kegiatan

Lain-lain


Diklatdas I

Setelah Pak Joesoef (PR III) merestui kelahiran perhimpunan pecinta alam ini serta memberi izin untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan dasar (diklatdas), maka teman-teman mulai sibuk mengundang teman-teman peserta Muper I dan yang pernah bertemu di kelas punya FISIP. Sekretariat “berjalan” mulai beroperasi, yakni sekretariat yang peralatan kantornya ada di dalam ransel kuliah :-) Maklum belum punya sekretariat permanen.

Kadang-kadang surat yang akan ditandatangani ada di ransel teman yang lain yang keberadaannya entah di mana. Jadi surat baru bisa ditandatangani setelah teman tersebut datang. Ada sekitar 40 undangan tersebar ke seluruh fakultas yang isinya mengajak teman-teman menjadi peserta pendidikan dasar.

Sampai batas waktu yang ditentukan ada sekitar 26 orang yang bersedia mengikuti diklatdas. Setelah teman-teman berembug, maka disepakati untuk diklatdas ini setiap orang bersedia menyumbang Rp 30 ribu. Tentu saja untuk menentukan jumlah sebanyak itu setelah melalui perhitungan yang mendalam –walaupun dalam pelaksanaannya melenceng jauh :-) .

Untuk menjadi peserta diklatdas angkatan pendiri tentu saja tidak ada tes apa-apa, teman-teman yang 26 orang mau ikut saja sudah syukur. Apalagi beberapa hari menjelang diklatdas akan dimulai, dua orang teman mengundurkan diri. Sehingga yang tersisa hanya 24 orang.

Lalu di mana pendidikan ini akan diselenggarakan? Setelah mencari berbagai pilihan, akhirnya Kang Ichary mengusulkan sebuah tempat di Lembang. Setelah disurvey ternyata tempat itu cocok untuk diklatdas angkatan pertama yang serba “kekurangan.”

Tugas selanjutnya adalah menghubungi Kang Soen –yang ketika itu menjadi Danlat. Kang Soen bilang oke nggak apa 24 orang dan yang 24 orang ini besok (1 Oktober 1982) kumpul di kampus siang hari sudah lengkap dengan ransel dan isinya. Wah… wah… mendadak sekali? Tapi Kang Soen bilang pokoknya bawa saja seadanya.

Mobil punya peserta pendidikan dasar Dedi terpaksa “diambil” panitia untuk mengangkut berbagai keperluan. Ya lumayan juga mobil Toyota hardtop bisa untuk memperlancar tugas-tugas danlat dan timnya. Sedangkan uang “sumbangan” dikumpulkan di peserta “ibu-ibu dharma wanita” untuk keperluan belanja dan kebutuhan lainnya di lokasi pendidikan dasar.***

Artikel Terkait:
| Diklatdas I | Jalan Kaki ke Lembang | Villa Pager Wangi | Dari Villa Pindah ke Hutan | Muper I | AD-ART | Nama Perhimpunan | Simbol Perhimpunan |