Home

Sejarah

Anggota

Angkatan

Kepengurusan

Lambang

DP dari Masa ke Masa

Kegiatan

Lain-lain


Villa Pager Wangi

Malam pertama di vila di daerah Pager Wangi diisi pengantar pendidikan dasar dan beberapa materi oleh Danlat dan timnya. Pembekalan teori selama pendidikan dasar diisi oleh para pembina serta pelatih dari luar, seperti Kang Iwan Abdurrachman. Hari pertama pendidikan dasar ini berjalan begitu saja tanpa ada pembukaan resmi dari pimpinan Unpad, karena Rektor sedang sibuk.

Kalau tidak salah pembukaan resmi dilakukan pada hari ke-3 oleh Pembantu Rektor III Unpad Joesoef A. Ma’moen. Pembukaan ini dilakukan sore hari di halaman vila. Satu hal membanggakan, seusai membuka pendidikan dasar, Pak Joesoef menyerahkan uang dari Unpad sebesar Rp 150 ribu untuk biaya pendidikan dasar. Bagi teman2, ini merupakan pengakuan de facto dari Unpad bahwa perhimpunan ini ada.

Seperti layaknya pembekalan teori pendidikan dasar, maka selama di vila kami menerima berbagai teori dasar kepecintaalaman. Karena ini merupakan pendidikan dasar angkatan pertama, maka kegiatannya dilakukan secara kekeluargaan –begitu setidaknya anggapan kami ketika masih di vila. Buktinya, terkadang siswa yang membangunkan pelatih ketika akan olahraga pagi.

“Kang bangun kang, kita olahraga,” begitu kalau seorang siswa membangunkan pelatihnya.

Suasana di vila turut mempererat kekeluargaan para siswa angkatan pertama. Ini merupakan satu poin penting mengingat para siswa berasal dari berbagai faskultas. Tidak hanya itu, para siswa adalah para mahasiswa baru yang ketika di SMA memiliki latar belakang berbeda. Ada yang semasa di SMA-nya sudah mengenal pecinta alam, ada juga yang belum mengenal pecinta alam. Ada yang ketika di SMA tidak pernah berorganisasi, tapi ada juga yang sudah terbiasa berorganisasi. Dengan demikian satu sama lain para siswa selalu saling ingin tahu, sehingga kondisi demikian ikut mempererat hubungan personalnya.

Setelah mendapatkan beberapa teori di kelas, beberapa materi diuji di lapangan. Misalnya kegiatan membaca peta, kompas, dan orienteering di malam hari yang dilakukan di lokasi sekitar vila untuk menemukan suatu obyek. Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian dibawa ke suatu tempat yang jauh dari vila. Setelah itu dilepas dengan dibekali titik koordinat yang harus dituju. Belakang tahu titik koordinat tersebut adalah vila yang selalu dirindukan, karena tempatnya menyejukkan :-)

Yang tidak kalah serunya ketika masih di vila adalah “ibu-ibu dharma wanita” yang harus mengatur menu makanan. Pendidikan dasar ini memang unik. Ketika pembekalan teori sedang berlangsung, seorang siswi angkat tangan sambil mengatakan, “Mohon izin, saya mau menyiapkan makan malam.” Ya mau tidak mau pelatih harus mengizinkan, sebab kalau tidak, maka pelatih pun tidak bisa makan malam.

Atau seorang siswa sama juga minta izin. “Mohon izin, mau beli minyak.” Kalau tidak diizinkan bisa-bisa seluruh vila gelap total, karena genset-nya kehabisan minyak diesel.***

Artikel Terkait:
| Diklatdas I | Jalan Kaki ke Lembang | Villa Pager Wangi | Dari Villa Pindah ke Hutan | Muper I | AD-ART | Nama Perhimpunan | Simbol Perhimpunan |