Home

Sejarah

Anggota

Angkatan

Kepengurusan

Lambang

DP dari Masa ke Masa

Kegiatan

Lain-lain


Dari Villa Pindah ke Hutan

Selama tinggal di vila memang menyenangkan. Walaupun ada pelajaran fisik, tapi tidak terlalu membebani diri. Semua masih bisa diatasi. Walaupun begitu tetap saja diri kami masing-masing menyimpan sebuah pertanyaan besar: semudah inikah sebuah pendidikan dan latihan dasar, walaupun untuk angkatan pendiri?

Tanda-tanda bakal adanya perubahan mulai terlihat. Pada suatu sore semua siswa dikumpulkan Danlat. Danlat memerintahkan semua siswa untuk mengumpulkan semua sisa makanan yang ada di dalam ransel, termasuk rokok dan uang. Ada apa ini, pikir kami dalam hati. Sedemikian tegakah Danlat dan stafnya –yang notabene teman sendiri di kampus– “merampas” Ji Sam Soe atau Silver Queen kesayangan?

Beberapa barang yang dianggap tidak layak bawa diperintahkan dikumpulkan dalam satu tempat dan dimasukkan ke dalam mobil. Setelah semua selesai, Danlat mulai memimpin acara “meninggalkan” vila tersayang. Secara beriringan para siswa jalan kaki menuju tempat yang kami sendiri tidak tahu arahnya. Sementara hari sudah gelap.

Benar saja para siswa mulai menghadapi kondisi yang sama sekali bertolak belakang dengan beberapa hari sebelumnya. Bangunan vila sudah lama tidak terlihat lagi. Walaupun membelalakkan mata, cahaya lampu vila tidak lagi nampak. Di kanan-kiri teman-teman sibuk berbisik-bisik,”Kita mau dibawa ke mana sih?”

Malam semakin larut. Mungkin –kami tidak tahu– kami sudah berada jauh di dalam hutan. Hujan rintik-rintik mulai turun. Tiba-tiba ada aba-aba agar seluruh siswa berhenti. Berhenti adalah kata yang selalu kami harapkan dari tadi. Dalam kondisi gelap kelam memang lebih baik berhenti daripada jalan selalu tersandung-sandung.

Semua siswa diperintahkan mengeluarkan ponco dan membuat bivak. Ini artinya –sesuai teori– semua siswa harus menginap di hutan yang gelap dan hujan deras. Sepatu dan kaos kaki basah. Baju dan celana juga. “Apakah kami bisa tidur dalam kondisi seperti ini?” pikir kami masing-masing. Akhirnya para siswa masuk ke bivak masing-masing, ngarengkol biar tidak terlalu dingin. Oh nasib…. ***

Artikel Terkait:
| Diklatdas I | Jalan Kaki ke Lembang | Villa Pager Wangi | Dari Villa Pindah ke Hutan | Muper I | AD-ART | Nama Perhimpunan | Simbol Perhimpunan |